Jay Weinberg: Musik Awal Slipknot Adalah Soundtrack Hidup Aku

Jay Weinberg

Selama kehadirannya di acara "Trunk Nation", drummer Slipknot Jay Weinberg berbicara tentang audisinya untuk Slipknot dan proses pembuatan album terbaru band, ".5: The Gray Chapter".

Weinberg, 26, menemukan Slipknot ketika dia masih seorang pra-remaja, melalui ayahnya Max (dari Bruce Springsteen E Street Band dan pemimpin dari band di acara talkshow Conan O'Brien). Dia langsung menyukai band tersebut dan merupakan penggemar berat Slipknot ketika dia diundang ke Los Angeles untuk percobaan sebagai pengganti Joey Jordison di tahun 2013.


Weinberg berkata:

“Slipknot tampil di 'Conan' ketika aku masih sekitar sepuluh tahun, mempromosikan albumnya pada waktu itu, dan mereka datang melalui Ozzfest. Dan ayahku tidak pernah melihat band seperti itu bermain. Dan dia datang ke rumah dan dia seperti, ‘Kita harus melihat band ini. Kau harus melihatnya. Mereka meledakan pikiranku. Aku menemui mereka. Mereka ingin kita datang ke sebuah pertunjukan,’ berbicara ke keluarga dan kemudian, ‘Kita harus pergi. Kau harus melihat band ini. Ini gila.’”

Jay Weinberg bersama sang ayah Max Weinberg

Ia melanjutkan:

"Pengalaman musik aku pada saat itu adalah The Who, The Rolling Stones, The Beatles, Bob Dylan and the Band; itu adalah apa yang aku tahu soal musik. Aku pikir aku memulai menuju Blink-182 atau semacamnya. Jadi, terpapar oleh itu, dan kita pergi ke pertunjukan mereka [Slipknot], dan aku "meretakkan" tengkorak aku sangat lebar, itu mengajarkanku bahwa musik seperti itu ada di luar sana, dan itu langsung menuju hatiku, karena itu hanya seperti apa yang aku rasakan. Dan sehingga kemudian aku melakukan sebuah penelitian tentang band-band tersebut.”

Ia melanjutkan:

“Slipknot adalah band pertama yang aku identifikasikan sebagai perisai yang aku akan kenakan selama hidupku. Dan itu adalah band yang benar-benar diidentifikasi olehku. Dua album yang mereka keluarkan pada saat itu sangat berarti bagiku, dan masih.”

Jay Weinberg bersama sang ayah bertemu Jim Root

Terkait bagaimana datangnya audisi Slipknot, Weinberg mengatakan:

“Kita bertemu enam belas tahun yang lalu di Ozzfest 2001, dan mereka begitu sibuk saat itu maka mereka akan melalui area New Jersey, New York, Philadelphia beberapa kali setahun.”

“Aku hanyalah seorang anak aneh yang mencari tempatnya sendiri di dunia, sangat diidentifikasikan dengan musik ini, dan aku sangat beruntung bahwa aku bisa menemui mereka dengan cara itu, membangun pertemanan dengan cara itu, dan kita tetap terhubung selama bertahun-tahun. Aku akan melihat mereka beberapa kali dalam setahun, karena mereka sangat sering touring, dan setiap aku akan pergi ke sebuah pertunjukan, aku akan menyelesaikan beberapa penelitian dalam hal musik, dan sekarang aku mencari siapakah Slayer, siapakah Venom, dan sekarang aku menuju Mastodon, dan itu terus semakin jauh dan jauh. Dan mereka bisa melihat bahwa aku belajar tentang komunitas ini yang ada di seluruh dunia, dan aku memulai untuk mengumpulkannya untuk diriku sendiri. Dan, ya, kita akhirnya menjadi teman baik selama enam belas tahun terakhir.”

Corey Taylor dan Jay Weinberg

Ia melanjutkan:

“Pendeknya, aku mendapatkan panggilan telepon: ‘Datanglah ke sini.’ aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan di California. Itu adalah pada dasarnya 'Di situ ada drum set. Kita akan membawa Slipknot dalam dua puluh menit. Kau akan melakukan audisi untuk Slipknot.' Dan itu saja.”

Weinberg dan "mayoritas dari Slipknot" bermain sebanyak sekitar dua puluh lagu dari band di hari pertama tersebut di Desember 2013 termasuk "Before I Forget", "Duality", dan "Disasterpiece".

“Membedah setiap detail miscroscopic kecil dari rekaman-rekaman awal mereka, karena rekaman tersebut amat berarti bagiku dalam pengembanganku menjadi seorang musisi dan bertumbuh besar, aku memberi perhatian yang amat banyak ke musik yang mereka buat, dan itu benar-benar sebuah soundtrack hidupku.”

Jay Weinberg

“Mendapatkan kesempatan untuk bermain lagu-lagu tersebut bersama mereka adalah… Aku menggambar pada otot memori sejak aku masih 14 tahun, mencoba untuk hanya mempelajari bagaimana memainkan instrumennya dan bermain bersama rekaman-rekaman tersebut. Dan jadi banyak dari hari pertama kita bermain bersama adalah menggambar pada memori itu sejak sepuluh tahun sebelumnya. Dan ya, itu saja, digabungkan dengan sikap seperti… Aku tidak akan mengira kalau ini akan terjadi. Kau tidak merencanakan yang akhirnya akan terjadi, tapi hanya ketika itu terjadi, ini, seperti, ‘Aku hanya akan menikmati hari ini, momen ini, bermain musik ini bersama orang-orang ini. Apa yang datang dari itu, datang dari itu, tapi juga tidak ada yang datang dari itu, aku memiliki hari ini ketika aku mengalami ini.’ Dan itu seperti semacam sikap di hari itu. Kita melaluinya, seperti, dua puluh atau dua puluh-berapa lagu dari band itu, dan besoknya, mereka seperti, 'Oke. Kau ingin mengerjakan beberapa hal baru?’”

Beberapa bulan awal setelah dirilisnya ".5: The Gray Chapter", anggota Slipknot menolak untuk memberi nama musisi yang bermain drum dan bass di tur mereka, meskipun faktanya identitas mereka telah diungkapkan sebagai Jay Weinberg dan bassist Alex Venturella oleh mantan teknisi drum Slipknot yang tidak puas yang memposting sebuah gambar dari lembaran panggilan belakang panggung di Instagram.

Lembaran panggilan belakang panggung

Weinberg berkata kalau ia tidak pernah memiliki masalah dengan tidak segeranya ia diumumkan sebagai drummer baru Slipknot.

“Aku bisa menyamakan ke, kembali di 2004, ketika aku adalah salah satu dari bocah yang ingin informasi sekecil apapun tentang album ketiga band yang akan keluar, dan kami tidak mendapatkan apapun selama sebulan, yang terasa seperti bertahun-tahun, dan kita tidak mendapatkan informasi sebanyak yang kau coba untuk cari tahu tentang keluarnya album itu, kau tidak dapat menemukan apapun, dan aku mencoba. Aku rajin mencari tahu apa yang aku bisa tentang album itu, dan kau tidak bisa menemukan apapun, dan itu membuatku marah, dan itu membuatku lebih dan lebih rajin lagi. Jadi ketika kau akhirnya mendapatkan semacam beberapa informasi, atau lagu pertama yang dibuat tersedia, itu benar-benar terasa seperti sebuah hadiah - seperti kau telah dihadiahi atas kesabaranmu, dari keinginan untuk belajar, keinginan untuk melihat ke dalam, semacam intipan di balik gorden, boleh dikatakan. Dan jadi aku bisa semacam menyamakannya ke itu, karena itu seperti potongan puzzle yang orang-orang tidak dapat menyelesaikannya. Dan mereka mencari, itu seperti ‘Aku kira itu dia. Pergelangan tangannya aneh di foto ini. Aku pikir itu dia.’ Jadi ini menjadi cara yang sangat menarik yang juga memisahkan orang dari musiknya dan membuat orang fokus terhadap rekaman yang telah kita kerjakan selama sekitar setahun. Karena itu adalah sesuatu yang paling penting - yang kita punya musik baru keluar, kita memulai tur-tur ini. Fokus ke itu - jangan fokus kepada individual.”

Tidak ada komentar